Kunjungi Lombok Utara, Gubernur Zul Meretas Harapan Warga Pelosok Desa

0
62

TANJUNG-Sejumlah masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengeluhkan tentang jaminan hidup (jadup) tahap selanjutnya yang belum dicairkan. Ini disampaikan kepada Gubernur NTB H Zulkieflimansyah beserta rombongan yang berkunjung ke KLU, Sabtu (30/1).

Selain jadup, pembangunan rumah tahan gempa (RTG) bagi sebagian masyarakat yang belum selesai juga dipertanyakan. Bahkan, kelangkaan pupuk yang terjadi tak luput dari keluhan masyarakat.

Keluhan itu salah satunya disampaikan Kepala Dusun Menggala Barat, Desa Malaka, Amrullah. “Kebetulan pak gubernur hadir di tengah-tengah kami. Mohon dibantu warga kami yang belum dibangun rumah tahan gempanya,” pintanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Bayan Satradi. Ia menjelaskan, sejak 2018 sekitar 70 persen warga selesai mendapat pembangunan RTG. Sisanya masih banyak masyarakat tinggal di huntara. Namun, ia merasa bangga karena dusun terpencil seperti ini dapat dikunjungi oramg nomor satu di NTB, sekaligus memilih menginap di rumah-rumah warga yang sederhana.

Gubernur H Zulkieflimansyah menuturkan, pertemuan ini untuk menyerap berbagai aduan dan aspirasi masyarakat dengan bertemu serta menyapa langsung dengan masyarakat. Daerah-daerah pelosok dari timur hingga barat Provinsi NTB masih menjadi magnet tersendiri yang kerap dikunjungi doktor ekonomi asal Sumbawa itu.

Menurut gubernur, tugas dan kewajiban pemimpin bukan hanya menangani masalah dari hulu tetapi mampu menemukan solusi hingga ke hilir masyarakat.

Kali ini, orang nomor satu di NTB itu kembali menyapa sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat pelosok-pelosok desa di KLU. Silaturahmi diawali dengan bertemu tokoh masyarakat, pemuda, hingga tokoh agama mulai dari musala An-Nur di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, hingga warga Desa Bayan.

Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kami untuk bertemu langsung dengan bapak ibu di desa. Ada nilai keakraban tersendiri ketika saya mendengar langsung keluhan masyarakat dari desa,” kata gubernur di hadapan masyarakat yang dikunjungi.

Menurutnya, kehangatan dan kebanggaan masyarakat yang dikunjungi memberi kesan tersendiri bagi seorang pemimpin untuk terus dekat dengan rakyatnya. Mereka tidak meminta uang banyak atau berharap pembangunan yang terlampau amat besar. Justru mereka hanya ingin lebih dekat dengan pemimpinnya, yang mungkin selama ini tidak pernah didatangi.

“Saya yakin bahwa kehadiran pemimpin di tengah-tengah masyarakat sangat diharapkan minimal saling berbagi cerita dan harapan,” imbuh Dr Zul, sapaan akrab gubernur.

Ia menjelaskan, untuk mengurai benang merah dari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat saat ini adalah dengan cara menemukan masalah di hilir. Caranya, berjumpa dengan warga-warga desa kemudian menyerap aspirasinya lalu merumuskan solusi dengan kebijakan yang tepat.

“Kita tidak boleh hanya mau dikunjungi, tapi harus terbiasa mengunjungi masyarakat. Mudah-mudahan kita saling bertemu memberikan kebaikan untuk kita semua,” harap gubernur.

Diakui Dr Zul, motivasi yang lahir dari pelosok desa sulit ditemukan di tempat-tempat lain. Hubungan emosional antara pemimpin dengan rakyat juga semakin harmonis jika dibarengi dengan solusi-solusi terbaik dari pemerintah.

Untuk memastikan semua keluhan serta aduan masyarakat yang dikunjungi dapat diakomodir dengan baik, gubernur juga menghadirkan 17 kepala OPD lingkup pemerintah Provinsi NTB seperti Kalak BPBD, Kadis Sosial, Kadis PU serta kepala OPD terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB Ahsanul Khalik menjelaskan, tahap pertama pencairan bantuan jadup bagi warga korban gempa sudah mencapai 50 persen. Artinya sekitar 121 ribu jiwa sudah mendapatkan dengan jumlah dana sebesar Rp 36 miliar.

Insya Allah tahun ini, kami akan ajukan kembali untuk pencairan yang sisanya sebanyak 50 persen pada tahap kedua,” katanya.

Kalak BPBD NTB Zaenal Abidin menyebutkan, pada tahap II KLU mengajukan kembali pembangunan RTG sebanyak 7.000 unit lebih. Dari jumlah itu, hanya disetujui BNPB pusat menjadi 3.499 unit.

“Sementara SK 24, 25, dan 26 pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 117 miliar. Hanya saja belum dibagikan mengingat situasi pandemi Covid-19,” katanya.

Di setiap akhir kunjungan, gubernur juga menyerahkan sumbangan untuk pembangunan musala dan peralatan olahraga bagi masyarakat di enam lokasi berbeda. Lokasi-lokasi yang dikunjungi antara lain Musala An-Nur Dusun Menggala, Pamenang; Markaz Milenial Pemenang, Masjid Dusun Kroya Tanjung; Masjid Al-Muttaqin Desa Sambik Bangkol, Gangga; dan diakhiri kunjungan di Masjid Nurul Huda Dusun Mandala Desa Bayan. (ewi/r1)

Sumber : https://lombokpost.jawapos.com/tanjung/31/01/2021/kunjungi-lombok-utara-gubernur-zul-meretas-harapan-warga-pelosok-desa/